Gempuran Pengembang Asing Jadi Peluang Pemain Lokal untuk Bersaing

JAKARTA, KompasProperti – Semakin banyak pengembangan properti di Indonesia dipelopori oleh perusahaan asing.

Pengembang China, paling tidak, sudah masuk untuk membangun proyek properti di barat Jakarta, misalnya Construction and Communication Group (CCCG) dengan proyek Daan Mogot City.

Sementara di timur, Wuzhou Investment Group mengembangkan Jakarta Living Star.

Head of Advisory Consulting and Capital Markets JLL Indonesia Vivin Harsanto menganggap fenomena ini sebagai suatu kompetisi antara pengembang asing dan lokal.

“Karena banyak pengembang dari China, mereka menyediakan fokus di residensial. Dari sisi hunian, memang masing banyak (orang) yang membutuhkan,” ujar Vivin kepada KompasProperti, Rabu (1/2/2017).

Pada segmen mana pengembang asing ini “bermain”, Vivin mengatakan hal ini perlu dilihat lebih lanjut.

Ada sebagian yang menjual hunian kelas atas, ada pula yang memasarkan hunian menengah ke bawah.

Hal ini, kata Vivin, menciptakan warna baru pada aktivitas pasar properti Indonesia.

Dengan masuknya pengembang asing ke Tanah Air, secara otomatis pengembang lokal akan meningkatkan kualitas produk dan layanannya untuk menggaet pembeli.

Terlebih lagi, masuknya pengembang asing bisa menjadi peluang bagi pengembang lokal.

“Mungkin dalam bentuk kerjasama dengan pengembang lokal jadi memperkaya produknya,” sebut Vivin.

Sementara dari sisi kualitas, ia menuturkan, belum bisa berkomentar banyak.

Pasalnya, kebanyakan dari pengembang asing ini masih dalam tahap proses pembelian tanah, investasi, dan penjualan produk secara inden.

Belum ada proyek mereka yang sudah selesai dibangun, dan bisa dibandingkan dengan produk lokal.

“Saya rasa masyarakat juga nanti akan menilai kualitasnya seperti apa. Karena biasanya dalam show unit mereka membawa contoh produknya di China,” tandas Vivin.

Penulis : Arimbi Ramadhiani
Editor : Hilda B Alexander

Posted in Gedung / Hotel.